Cakraningrat, Wahyu

WAHYU CAKRANINGRAT, adalah wahyu yang dianggap sebagai syarat untuk mendapat kekuasaan dan takhta suatu kerjaaan, Beberapa dalang sering menambahkan, siapa yang dapat menguasai Wahyu Cakraningrat, kelak keturunannya akan dapat menguasai Tanah Jawa. Sebenarnya Wahyu Carkaningrat adalah penjelmaan Batara Cakraningrat.

Wahyu ini, dalam dunia pewayangan, akhirnya didapat oleh Abimanyu, salah seorang putra Arjuna. Kisah ini diceritakan dalam lakon Wahyu Cakraningrat.

Dalam lakon ini usaha Abimanyu untuk memberoleh Wahyu Cakraningrat mendapat saingan dari putra Prabu Anom Duryudana bernama Lesmana Mandrakumara, serta putra Prabu Kresna bernama Samba Wisnubrata.

Karena Samba ternyata gagal mendapat wahyu itu, dan Kresna tahu bahwa yang memperolehnya adalah Abimanyu, raja Dwarawati itu lalu menikahkan Abimanyu degnan salah seorang putrinya, Dewi Siti Sundari. Prabu Kresna berharap dengan perkawinan itu, keturunannya (cucunya) kelak akan memberoleh kekuasaan. Namun, harapan Kresna itu tidak dapat terlaksana karena Siti Sundari ternyata mandul, tidak berputra.

Abimanyu hanya berputra tunggal, hasil perkawinannya dengan Dewi Utari, adik Seta, Utara, dan Wratsangka, putri bungsu Prabu Matswapati dari Wirata. Putra Abimanyu, yang lahir sesudah Abimanyu gugur dalam Baratayuda, itu diberi nama Parikesit. Karena wahyu Cakraningrat yang diperoleh Abimanyu itulah maka Parikesit dapat menduduki takhta Kerajaan Astina kelak, sesudah Baratayuda selesai. Dalam pewayangan Parikesit juga dianggap sebagai orang yang menurunkan raja-raja yang berkuasa di Pulau Jawa.

Perkawinan Abimanyu dengan Dewi Utari sebenarnya sesuai dengan Wahyu Carkaningrat yang disandangnya. Dalam pedalangan gagrak Surakarta, penyandang Wahyu Cakraningrat memang harus kawin dengan penyandang Wahyu Widayat, yakni Dewi Utari.

Menurut pedalangan gagrak Yogyakarta, Wahyu Widayat sudah menjelma dalam diri Abimanyu, ketika ia masih berada dalam kandungan Dewi Subadra. Jadi, wahyu itu bukan disandang oleh Dewi Utari.

Lihat ABIMANYU; WIDAYAT,WAHYU.

  • Cakra Ningrat adalah seorang praktisi hukum (pembela) dan
    praktisi ekonomi (pengusaha). Memimpin sebuah Holding Company dan owner dari beberapa perusahaan nasional.

    Memiliki minat yang kuat terhadap ilmu dan pengetahuan
    tentang agama, hukum, dan filsafat. Aktif menulis dan menjadi bagian yang tidak
    terpisahkan dengan seluruh warga setia blog satriopiningitmuncul.wordpress.com
    (SPTM) yang berawal dari pencarian (searching) terhadap Sinuhun Cahyo Nayaswara
    di awal tahun 2013. Hingga saat ini kebersamaan Cakra Ningrat dengan warga
    setia blog SPTM tetap terbina dan terjaga dengan baik dalam sebuah ikatan yang
    disebut: “persahabatan” dalam nuansa “keilahian.”

    http://rodahukumcakraningrat.wordpress.com

  • Hesti Susanti

    Dapat pengetahuan baru

Kategori Abjad
Sponsor