Cakrapurasta, Kerajaan

KERAJAAN CAKRAPURASTA, adalah sebuah negara di tanah sabrang yang diperintah raja raksasa berkepala gajah, namanya Prabu Gajah Marapah. Ia memiliki saudara berujud naga bernama Nagapaksa dan seekor kijang bernama Martandang. Ia memiliki saudara berujud naga bernama Nagapaksa dan seekor kijang bernama Martandang. Tiga serangkai inilah yang mewakili watak adigang, adigung dan adiguna, sewenang-wenang, dan lalim.

Di dalam lakon Sitija Meguru Subali dikisahkan bahwa Prabu Gajah Marapah bersaudara berkehendak melamar Dewi Pretiwi, yang saat itu sedang mengandung. Karena takut akan kesaktian tiga serangkai dari negeri Cakrapurasta tadi, Dewi Pretiwi menangis di dalam hati. Bayi yang dikandung Dewi Pretiwi saat itu mendengar ratap hati ibunya. Tanpa sepengetahuan sang Ibu, bayi yang kelak bernama Sitija itu lalu pergi secara gaib dari kandungan ibunya dan masuk ke dalam telinga Dasamuka yang saat itu sedang mendapat wejangan Aji Pancasonya dari Resi Subali (Dasamuka dan Resi Subali sebenarnya adalah tokoh dalam kelompok lakon Ramayana, bukan Mahabarata).

Akhirnya bayi Sitija berhasil menerima Aji Pancasonya lebih awal, sekaligus dapat menangkal kesaktian Aji Pancasonya tersebut, yaitu pemilik Aji Pancasonya harus ditimbun gunung atau disangga panggung (anjang-anjang. Bhs. Jawa).

Setelah berhasil menyadap ilmu sakti itu, si Bayi Sitija kembali ke kandungan ibunya. Seketika itu Dewi Pretiwi mendapat akal yakni setiap lamaran tiga bersaudara dari Cakrapurasta diterima, asalkan ketiganya harus bertarung. Siapa yang masih hidup, itulah yang dipilih Dewi Pretiwi.

Karena ketiganya yakni Gajah Marapah, Nagapaksa, dan Kijang Martandang memiliki Aji Pancasonya, pertarungannya harus di dalam sumur. Tiga serangkai yang tidak menyadari telah diperangkap Dewi Pretiwi, itu langsung masuk ke dalam sumur. Ketiganya bertanding untuk memperebutkan Dewi Pretiwi. Saat itulah, sumur tempat pertandingan Gajah Marapah bersaudara segera ditimbun batu besar oleh Hyang Wisnu, maka tamatlah riwayat Gajah Marapah beserta kedua saudaranya.

Begitulah kisah Aji Pancasonya, setiap generasi yang mewarisi aji dari lima maya bumi, api, angin, air, dan suasana, atau lebih dikenal dengan ‘Reksaning Bumi’, pemilik Aji Pancasonya harus dikalahkan dengan cara tipu muslihat. Gugurnya Resi Subali misalnya, ia gugur karena dibunuh Sri Rama, tetapi karena siasat Rahwana. Gugurnya Sitija juga karena siasat Sri Kresna.

Kategori Abjad
Sponsor