C – D

Cirebon, Wayang

WAYANG CIREBON, sebenarnya masih amat serupa dengan Wayang Kulit Purwa. Namun, Wayang Kulit Cirebon memiliki berbagai hal yang khas. Ditinjau dari sudut seni kriya, beberapa tokoh wayang Cirebon dibuat cukup jauh berbeda dengan tatahan dan sunggingan Wayang Kulit Purwa. Antara lain peraga tokoh Prabu Dasamuka pada Wayang Kulit ini dibuat dengan kepala yang benar-benar berjumlah sepuluh, dilihat dari kedua sisi,- muka dan belakang. Continue reading

Cirakalasupta, Aji

AJI CIRAKALASUPTA, ilmu yang dimiliki Kumbakarna, adik Prabu Dasamuka dari Alengka. Nama Cirakalasupta terdiri atas kata-kata: cira yang artinya panjang, lama; kala artinya waktu; dan supta atau nendra artinya tidur. Oleh karenanya, dengan ilmu itu Kumbakarna dapat tidur dalam waktu yang amat lama, dan baru bangun setelah ia menghendakinya.

Cintakapura

CINTAKAPURA, sebutan lain dari Kerajaan Amarta. Cintakapura berasal dari kata Cintyakapura, yang artinya ‘pura yang indah’.

Cingkara

CINGKARA, atau kadang-kadang disebut Cingkara Bala atau Cikarabala, adalah saudara kembar Balaupata. Mereka adalah putra kedua dan ketiga Begawan Bremani. Kakaknya yang sulung bernama Manumayasa. Berbeda dengan kakaknya yang lahir sebagai manusia biasa, Cingkara dan Balaupata berwujud raksasa. Continue reading

Cindelaras

CINDELARAS, salah satu lakon dalam Wayang Gedog. Lihat GEDOG, WAYANG.

Cindekembang

CINDEKEMBANG, atau Madyapura, dalam pewayangan adalah kasatrian tempat tinggal Burisrawa, putra keempat Prabu Salya dari Mandraka. Continue reading

Cincing Goling, Sungai

SUNGAI CINCING GOLING, semula bernama Sungai Kelawing, yang dibuat oleh para Kurawa atas perintah Resi Bisma, Sewaktu Dursasana lari dikejar Bima dalam Baratayuda, ia mencoba menyebrangi sungai itu dengan menyincingkan kainnya. Namun pada saat itulah ia dijegal oleh arwah Tarka dan Sarka sehingga jatuh terguling di sungai. Akibatnya, ia tersusul terpegang oleh Bima yang kemudian membunuhnya. Continue reading

Cikar Bobrok

CIKAR BOBROK adalah salah satu gending gecul (lucu, bernuansa humor) dalam karawitan Jawa gaya Surakarta, laras slendro pathet manyura. Dalam pertunjukan Wayang Kulit gending ini digunakan dalam adegan gara-gara yang disajikan oleh para panakawan.

Cidakosika, Resi

RESI CIDAKOSIKA, brahmana sakti yang memberi buah mangga bertuah pada Prabu Wrehatnata dari Kerajaan Magada. Bila buah mangga sakti itu dimakan seorang wanita, maka wanita itu akan segera mengandung.

Ciblon

CIBLON adalah teknik permainan atau garap gending dalam karawitan Jawa. Misalnya ladrang Pangkur irama wiled garap ciblon. Continue reading

Kategori Abjad

Sponsor