C – D

Cetisagara

CETISAGARA adalah raksasa yang tercipta dari buih ombak samodra. Terjadinya makhluk ini, ketika Sitija ingin mencoba keampuhan Cangkok Wijayakusama yang dimilikinya, ketika anak Kresna itu berada dalam perjalanan mencari ayahnya.

Cepot

CEPOT atau Astrajingga, adalah salah satu panakawan dalam Wayang Golek Purwa Sunda. Panakawan lainnya adalah Semar, Udel atau Udawala atau Dawala, dan Gareng. Cepot dilukiskan sebagai bermuka bopeng, berkulit hitam, dan memakai destar ikat kepala. Giginya yang tampak hanya satu, yakni yang tumbuh di rahang bawah saja. Continue reading

Cepengan

CEPENGAN, istilah pedalangan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, mengenai cara jari-jari Ki Dalang memegan cempurit untuk memudahkannya menggerakkan peraga wayang sehingga menghasilkan sabet wayang yang dikehendaki. Continue reading

Cepeng

CEPENG, dalam pewayangan Golek Purwa Sunda, merupakan sebutan lain bagi sabet, cekel, cagap, dan cabak wayang.

Cepak, Wayang Golek

WAYANG GOLEK CEPAK, atau Wayang Papak, disebut demikian karena bentuk bagian kepala (mahkota, irah-irahan) wayang-wayangnya rata. Namun pada dasarnya bentuk seni kriya wayang itu amat mirip dengan Wayang Golek Purwa Sunda. Lakon-lakon yang digunakan dalam Wayang Cepak pada umumnya diambil dari cerita para leluhur Jawa Barat, dan ada juga yang diambil dari Mahabarata. Continue reading

Cepak, Wayang

WAYANG CEPAK. Lihat CUPAK, WAYANG.

Cepakahandini, Dewi

DEWI CEPAKAHANDINI, bidadari yang merupakan penjelmaan dari badan jasmani Dewi Kanastren, istri Sang Hyang Ismaya. Sedangkan jiwanya, menjadi Dewi Tunjungseta. Continue reading

Centini, Serat

SERAT CENTINI, dapat dianggap sebagai Ensiklopedi Budaya Jawa yang pertama di dunia. Penulisan buku yang digarap dengan gaya sastra ini, diprakarsai oleh Pangeran Adipati Anom Amangkunegara, putra mahkota Kasunanan Surakarta, yang setelah naik takhta bergelar Paku Buwana V (1820-1823). Continue reading

Centingan Dodot

CENTINGAN DODOT, yang ‘melambai’ di pantat tokoh peraga wayang putri, adalah stilasi dari ujung simpul kain dodot yang dikenakan tokoh putri tersebut. Pada Wayang Kulit Purwa gagrak Surakarta, centingan ini tergambar lebih jelas daripada yang gagrak Yogyakarta. Continue reading

Centeng

CENTENG, dalam Wayang Golek Purwa Sunda, merupakan sebutan lain terhadap Cekel. Continue reading

Kategori Abjad

Sponsor