C – D

Dadapeksi

DADAPEKSI adalah kasatrian tempat tinggal Partajumena.

Dadakmerak

DADAKMERAK [dhadha’ mera’] dalam pergelaran Wayang Krucil atau Wayang Klitik berfungsi sebagaimana kayon atau gunungan pada Wayang Kulit Purwa. Dadak merak bukan terbuat dari lembaran kulit yang ditatah dan disungging, melainkan dari kepingan kayu yang dibentuk serupa topeng dengan ‘rambut’ menjurai ke atas, terbuat dari sekitar 30 helai bulu ekor merak jantan. Bulu merak yang panjang itu ditancapkan pada kepala topeng kayu yang sebelumnya telah dilubangi. Continue reading

Cyawana, Maharesi

MAHARESI CYAWANA, putra Maharesi Bregu, abang dari Maharesi Jamadagni. Walaupun sudah berusia lanjut ia mempunyai seorang istri cantik yang masih amat muda. Istri pertapa itu bernama Dewi Sukanya. Continue reading

Curug Sewu

CURUG SEWU, dalam Wayang Golek Purwa Sunda, merupakan tempat air terjun sebagai tempat pertapaan Prabu Baladewa, agar ia diberkahi panjang umur. Permintaan ini dikabulkan para dewa, sehinggga gugurnya Baladewa, terjadi setelah raja itu lengser keprabon, lalu menjadi begawan, dan setelah para Pandawa moksa. Continue reading

Curis

CURIS, salah satu tokoh di antara sembilan panakawan dalam Wayang Kulit Purwa gaya Cirebon. Wujud Curis sangat mudah dikenali. Lehernya panjang, perut serta pantatnya besar. Sepintas lalu bentuknya seperti seekor angsa. Nama-nama panakawan wayang Cirebon lainnya adalah Semar, Udawala (Petruk), Gareng, Bagong, Ceblok, Bitarota, Bagal Buntung, dan Cungkring. Continue reading

Curiganata, Begawan

BEGAWAN CURIGANATA, adalah nama yang digunakan oleh Prabu Baladewa, ketika ia menjadi pendeta setelah usianya lanjut, yaitu setelah usainya Baratayuda. Sebagai seorang begawan, ia tinggal di Pertapaan Talkanda, yang dulu dihuni Resi Bisma (sebagian dalang megatakan, Prabu Baladewa setelah menjadi pertapa itu menggunakan dua nama. Curiganata dan Wasi Jaladara). Continue reading

Cupu

CUPU, dalam pewayangan adalah sebuah wadah bulat, kecil, yang dapat dibuka, diisi, dan ditutup. Yang dimasukkan ke dalam cupu pada umumnya benda-benda yang dianggap berkhasiat. Di antara cupu yang terkenal adalah: Continue reading

Cupak, Wayang

WAYANG CUPAK, adalah pertunjukan Wayang Kulit Bali yang mengisahkan perjalanan hidup Cupak-Grantang. Perangkat iringannya sama dengan pertunjukkan Wayang Kulit Ramayana, yang terdiri dari; empat buah gender wayang, dua buah kendang krumpungan lanang-wadon, sebuah kempul, kenong, cengceng duduk, kelenang, ketuk, dan beberapa seruling besar dan kecil. Continue reading

Cupak dan Grantang

CUPAK dan GRANTANG adalah tokoh utama dalam salah satu cerita rakyat Bali, yang mengisahkan dua orang kakak-beradik yang berbeda sifat, watak, dan perilakunya. Cupak berbadan gemuk, rambut gondrong acak-acakan, bertabiat buruk. Sebaliknya, Grantang tampan, rajin, dan sakti, bertabiat baik. Grantang lalu menjadi raja di Kerajaan Daha dan Cupak di Kerajaan Obagosi.

Cungkring

CUNGKRING, dalam Wayang Kulit Purwa gaya Cirebon adalah salah satu tokoh panakawan. Seperti Gareng, kaki depan Cungkring terkena penyakit bubul, borok yang menahun pada tumitnya. Ia juga merupakan perokok berat, sehingga sebelah tangannya selalu terselip sebatang rokok di antara jari-jarinya. Continue reading

Kategori Abjad

Sponsor