Citraganda

CITRAGANDA adalah nama sejenis gandarwa yang kena kutuk Batara Guru, berubah wujud menjadi raksasa dan harus menjalani hidup di dunia. Kutukan hukuman itu disebabkan Citragada bersama saudaranya, Citrasena pernah mengintip Batara Guru dan Dewi Uma yang sedang mandi di sebuah telaga. Peristiwa itu terjadi menjelang pecah Baratayuda.

Di dunia, dalam wujud sebagai raksasa kedua gandarwa itu memakai Kalantaka dan Kalanjaya. Keduanya pergi ke Kerajaan Astina dan mengabdi pada Prabu Anom Duryudana. Dengan sukacita Duryudana menerima mereka berdua, karena saat iu ia memang sedang menggalang kekuatan untuk menghadapi Baratayuda.

Kedatangan kedua raksasa sakti itu di Kerajaan Astina membuat hati Dewi Kunti menjadi was-was, karena kedua raksasa penjelmaan gandarwa itu amat sakti. Dewi Kunti takut, kalau-kalau pengabdian Kalantaka dan Kalanjaya pada pihak Kurawa akan membuat para Pandawa kalah dalam Baratayuda kelak. Itulah sebabnya, Kunti lalu pergi menghadap Batari Durga dan minta agar Kalantaka dan Kalanjaya dimusnahkan. Batari Durga menyanggupi akan memusnahkan kedua raksasa sakti itu, asal Dewi Kunti mau menyediakan sesaji untuknya, berupa seekor kambing merah. Ternyata, kambing merah itu hanya merupakan perlambang, sebab yang dimaksud Batari Durga adalah Sadewa, salah satu si kembar dari Pandawa. Setelah tahu maksud Batari Durga, Dewi Kunti menyatakan tak sanggup memenuhi syarat itu.

Sesudah Dewi Kunti pergi, Batari Durga menyuruh anak buahnya bernama Kalika untuk menyusupi badan Dewi Kunti. Dalam keadaan disusupi roh Kalika, Dewi Kunti menyatakan maksudnya akan mengorbankan jiwa Sadewa pada Batari Durga. Selain itu Kuti juga mengancam, jika para Pandawa lainnya tidak setuju maka ia akan menjatuhkan kutukannya. Maka, Sadewa pun dibawa menghadap Batari Durga. Setelah itu, Dewi Kunti pulang ke keraton, dan tidur. Sedangkan roh Kalika segera keluar dari tubuh Kunti, lalu kembali ke Setra Gandamayit, kahyangan kediaman Batari Durga.
Kepada Sadewa, Batari Durga minta agar dirinya diruwat, dengan harapan agar dapat pulih menjadi cantik seperti waktu menjadi Dewi Uma dulu. Namun, Sadewa tidak sanggup. Penolakan ini membuat Batari Durga marah, dan akan memangsa Sadewa.

Sementara itu Batara Narada yang menyaksikan semua peristiwa itu segera melapor pada Batara Guru, yan segera pula turun ke dunia menjumpai Sadewa. Kepada Sadewa, Batara Guru minta agar permintaan Batari Durga untuk meruwatnya disanggupi, karena Batara Guru akan segera menyusup ke tubuh Sadewa.

Akhirnya, dengan bantuan Batara Guru, Sadewa berhasil meruwat Batari Durga sehingga pulih seperti asalnya, cantik jelita. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, Batari Durga memberi nama Sudamala kepada Sadewa. Selain itu Batari Durga juga memberikan jasa baik untuk menjodohkan Sadewa dengan Dewi Padapa, putri Begawan Tambrapetra.

Baca pula SADEWA; dan BATARI DURGA.

Leave a Reply